Sempat Pagi Berbicara
"aku sudah bosan dengan hal yang ini-ini saja"
sampai kapan kamu mau tetap dengan kamu yang seperti itu?
bukankah mentari sudah menanti langkahmu?
Aku sudah tak mau berjalan di bawah teriknya.
Dia hanya bisa membuatku lemas dan tak berdaya saja.
Aku sudah tak mau mengenalnya.
Terlebih saat dia sudah membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya.
"Lalu saat kau jatuh, apakah kau kehilangan harapan itu?
Jika memang ia kau malah kehilangan semua harapanmu.
Maka aku izinkan kau untuk tetap diam dan menatap langit.
Tapi ingatlah bahwa harapan itu masih denganmu"
Aku rasa harapanku sudah hilang ditelan silaunya cahaya dia.
Perlahan dia membutakan mata ini
Sampai aku tak berani membuka mata kembali
Hanya karena aku takut jika aku buka mata ini semua harapanku akan hilang ditelan dia
"Cobalah kamu sedikit membuka pikiranmu wahai anak muda
Apakah dengan kamu hanya diam dan menatap langit-langit akan membuat semua harapanmu terwujud nyata?
Tidak bukan?
Ayolah, bangkiit dan lihat indahnya seisi jagad raya".
Seindah apakah jagad raya ini?
Sehebat apakah jagad raya ini?
Bisakah jagad raya ini memberi perlindungan?
Untuk aku yang sempat merasa kehilangan?
Jika iya...
Aku akan pergi dan berlari menikmati setiap sudutnya.
Menjelajah seisi dunia
Sampai aku hanyut dalam indah yang dikatakan orang....
Hey metari
Buktikan bahwa kau memang raja sebenarnya.
Buat aku jatuh lagi setelah pagi membangkitkan
Buat aku kembali dari peraduan.
Mana yang katanya raja?
Mana yang katanya penguasa?
Mana yang katanya merajalela?
Aku tunggu di penghujung senja.....

Komentar
Posting Komentar